Monday, June 22, 2015

Mengawetkan sekaligus membahayakan

Apakah Anda yakin dengan makanan yang Anda makan itu tanpa bahan pengawet?

Persaingan usaha yang sudah kian banyak, produksi yang melimpah, biaya produksi yang tinggi. Manusia mencoba dengan berbagai cara untuk menekan semua itu dan mendapatkan keuntungan berlipat dengan cara murah, mudah dan sejujurnya hal itu sanggup membunuh kita secara pelan-pelan. Mem produksi dan merekayasa makanan dengan bantuan bahan-bahan kimia tanpa perhitungan dan menggunakan ilmu pengetahuan yang benar bisa berakibat fatal bagi Manusia.

Bisa Anda bayangkan sebuah makanañ sangat murah harganya, digemari terutama anak-anak dan dengan warna yang mencolok dan enak. Pembuat makanan murah ini cukup cerdik menyiasati keadaan dan pasar.
Di zaman sekarang maupun beberapa puluh tahun kebelakang pun tidak ada produk makanan yang bersih dari bahan pengawet baik produk lokal dan impor. Sejak ditanam pun sudah menggunakan bahan kimia untuk pertumbuhan yang lebih cepat, mengusir hama pengganggu. Dalam produksi skala besar pun bahan-bahan kimia ini dipakai, jadi bukan hanya produk makanan murah di pinggir jalan saja namun yang membedakannya adalah kapasitas dan  penakaran nya dan jenis bahan kimianya. Tidak hanya jenis makanan menggunakan bahan pengawet kimia, produk apapun mulai dari sampo, pasta gigi, alat kecantikan, minuman dan sebagainya menggunakan bahan kimia tersebut. Jadi kita akan selalu hidup bersama bahan pengawet dan dibutuhkan.




Sulit kita bisa meyakini dan memastikan bahwa setiap produk makanan yang beredar 100% tidak mengandung bahan pengawet dan kategori yang berbahaya. Terutama makanan murah. Pengawetan dengan cara alami misalnya dengan pembekuan, temperatur yang sesuai, pengawetan dengan pembungkusan penyedotan udara àtau bahan pembukus yang tepat yang memang salah satu prosedur bagi produk makanan tersebut dan jika menggunakan bahan kimia pun harus dengan takaran angka-angka yang tepat dan aman bagi konsumen.
Pengawasan dari badan atau instansi terkait sangat penting untuk menjamin produk makanan yang beredar tidak mengandung bahan kimia berbahaya. Peraturan dan sanksi bagi penyalahgunaan bahan kimia berbahaya ini harus tegas.
Produk yang setiap hari dibutuhkan dan habis pun terkadang di bubuhi bahan-bahan pengawet berbahaya. Seperti penjual makanan murah di pinggir jalan, apakah penggunaan bahan kimia berbahaya itu suatu budaya lokal atau kebiasaan?  
Alam sudah menyediakan bahan pokok pewarna untuk digunakan sebagai tambahan warna dan bukan dengan pewarna untuk pakaian yang jelas beracun dan sangat berbahaya. 
Selain organ tubuh keracunan pada saat itu untuk kasus yang berat dan untuk jangka panjang nya sanggup menimbulkan kanker, rusak hati, penyakit kronis lainnya hingga menyusutnya daya pikir otak dan rusaknya syaraf-syaraf.

Ikan seharusnya sangat baik untuk tubuh kita namun dengan penggunaan bahan pengawet berbahaya justru akan mematikan dan merusak tubuh Anda.
Sesuatu yang murah dan instan itu memang disenangi walaupun resikonya berbahaya baik untuk jangka pendek dan panjang. Dan sesuatu yang berlebihan akan berdampak buruk.
Rasanya sulit untuk lepas dari semua ini kecuali kita hidup di zaman ketika populasi masih terhitung baik dan era industri masih konvensional. Bahan-bahan pengawet kimia sudah menciptakan kemudahan yang membantu ketahanannya namun sekaligus bisa jadi bumerang mematikan  juga merupakan sebuah lingkaran setan dari apa yang mereka jual dan apa yang kita beli. Bahkan dalam beberapa kenyataan bahwa untuk menghilangkan racun dan bahan kimia peptisida di sayuran justru kita bersihkan dengan cairan kimia juga.  Mungkin sebaiknya Manusia belajar dari alam dan ilmu pengetahuan yang baik dan benar. Sebuah keseimbangan.

No comments:

Post a Comment