Friday, May 8, 2015

Keterbatasan adalah inspirasi & kekuatan

Saya adalah seorang CEO dari sebuah Perusahaan retail yang sedang berkembang. Saat ini kami membutuhkan beberapa karyawan untuk melengkapi bagian-bagian yang kosong memperluas penjualan. Tepatnya hari ini diadakan wawancara bagi pelamar kerja. Kita melakukan walk interview berhubung kebutuhannya mendesak. Hari ini juga saya hadir dalam seleksi dan wawancara kerja tersebut.

Proses wawancara berlangsung lancar hingga seorang Wanita mendapat gilirannya. Saat itu saya berada duduk disamping staff saya karena saya ingin melihat langsung bagaimana prosesnya. Kini giliran Wanita itu yang menurut saya sedikit unik.
"Jadi anda mempunyai keterbatasan karena pendengaran anda tidak baik"
Itulah yang staff saya katakan ketika membaca resume Wanita itu.
Sejenak staff saya berpikir dan saya tidak cepat berkomentar dulu. Saya ingin tahu bagaimana staff saya bekerja dengan sesuatu yang tidak biasanya.
Sebelum staff saya menyudahi pembicaraan dan saya tahu apa yang dia akan ucapkan maka sebelum itu dilakukannya,
"Saya ingin anda bisa memproses dia lebih lanjut".
Bukannya saya tertarik dengan kecantikannya dan kepolosannya, namun semua orang berhak atas pekerjaan dan hambatan atas keterbatasan itu bisa di atasi oleh Perusahaan. Saya melihat hasrat Wanita ini begitu besar dan dia tahu keterbatasannya namun dia tidak merasa tersisihkan dan malu. Jarang bagi mereka yang mempunyai keterbatasan membuka diri dan mau bekerja di manapun layaknya orang yang normal.


Bagi saya keterbatasan seseorang sanggup memberikan nilai plus dan inspirasi. Nilai-nilai lebih atas ketidak sempurnaan sanggup membangun ikatan yang lebih erat antara Perusahaan dan pelanggan. Karena yang kita bicarakan  adalah Manusia dengan Manusia. Walaupun produk bagian dari apa yang mereka butuhkan namun sesuatu yang berbeda menjadikan kekuatan dalam diri seseorang untuk dapat melihat kedalam lagi.

Hari pertama dia bekerja ditempatkan di bagian inventori yang artinya berada di belakang layar. Betapa dia sangat antusias dan penuh harapan. Teman-teman kerjanya pun menghargai semangatnya dan mudah beradaptasi dengan lingkungannya. Tiga bulan sudah bekerja dan atas kerja kerasnya, suasana maupun nilai dari dirinya dan yang terpenting dia menunjukan kelakuan yang sangat baik dan fokus.
Hari ini saya mempromosikannya untuk berada di bagian depan sebagai kasir. Saya berharap akan ada perubahan seperti yang saya inginkan. 

Saya tidak tahu ketika dia sedang libur bekerja beberapa langganan kami menanyakan dia. Satu bulan ini saya melihat ada kenaikan penjualan yang tidak seperti biasanya. Wanita itu seolah mencuri perhatian para langganan kami dengan keterbatasan dirinya. Dari pembicaraan para langganan ternyata apa yang membuat mereka terus kembali dan seolah mereka terikat secara emosional karena Wanita tuli tersebut. Apakah karena keterbatasannya itu sehingga mereka merasakan suatu kekaguman, merasa iba, keramahannya, kepolosannya, suara beratnya terkadang kurang jelas terdengarnya namun apa yang sudah dia lakukan adalah sesuatu yang terbaik.
Inilah kenapa dari awal saya yakin bahwa dia bisa membawa sesuatu yang berbeda dan ternyata benar adanya.


Sudah setahun lebih dan sudah saatnya dia menerima penghargaan yang semoga dia setuju.
"Hari ini saya akan memindahkanmu ke bagian penjualan, bagaimana?"

Saya berharap jawabannya berupa kesanggupan atas hasil kerja kerasnya.

"Saya sangat senang mendengarnya dan saya akan berusaha sebaik mungkin agar mereka (konsumen) bisa menerima saya dengan baik".

Itulah jawaban yang sangat indah dari seorang Wanita tuna rungu dan saya sangat yakin dengan kemauannya yang keras. 
Setiap konsumen yang ditemuinya, dia selalu memperkenalkan dirinya dengan keterbatasannya dan saya bangga sebagai orang yang memperkerjakannya tanpa melihat kekurangannya menjadi sebuah masalah. Usaha dia tidak sia-sia justru para konsumen merasakan magnet yang kuat sehingga teori H2H (human to human) sangat efektif dengan seseorang yang punya keterbatasan yang menjadi asetnya.
Hingga setelah sekian tahun Wanita yang tuna rungu itu menduduki posisi atas sampai saat ini.


Kebanyakan mereka melihat seseorang hanya karena kebutuhan belaka tanpa merasakan bahwa 
"apa yang terlihat belum tentu nyata dan apa yang nyata belum tentu terlihat"

Banyak kegagalan dan kebodohan dari seorang "Human Resources" terutama yang muda, mereka calon pekerja akan masuk dan keluar karena sebagian berdasarkan teori ketika kuliah dan membacanya dari internet terutama mereka yang "like" dan "dislike". 


Diambil dari inspirasi kisah nyata

No comments:

Post a Comment