Wednesday, October 17, 2012

Semuanya berasal dari pikiran kita


Dari jiwa yang bersih, keluar pikiran yang jernih. Otak manusia adalah sumber dari segalanya, otak manusia juga bagian dari bumi dan ilmu pengetahuan sampai saat ini. Dari sesuatu yang nyata sampai sesuatu yang tidak nyata, otak bisa menjawabnya. Bahkan seseorang yang mempunyai impian, bisa dia wujudkan dengan cara membangun impiannya menjadi kenyataan. Saya pun mempunyai ide untuk menulis di blog ini  karena otak saya mencari dan mebayangkan sesuatu dan kemudian dilanjutkan pelaksanaannya oleh sistem tubuh atau anggota tubuh sebagai penopang atau pembantunya.

Ada dua hal dalam otak manusia, yaitu akal dan pikiran. Lalu apa pikiran manusia itu? pikiran manusia adalah sebuah keputusan, pikiran adalah sesuatu hal yang tidak perlu dipejari, pikiran manusia sudah di buat seperti itu. "Keputusan" yang kita ketahui dalam kehidupan sehari- hari,  - kegembiraan dan kesedihan, iya dan tidak, diterima dan tidak diterima, baik dan buruk, hidup dan mati dan lain sebagainya. Bukankah itu sama saja dengan hukum alam ini? Ada siang ada malam, ada hujan ada kemarau,...
Kemudian akal manusia merupakan kelanjutan dari pikiran itu. Akal manusia itu dipelajari dengan yang namanya ilmu pengetahuan, angka- angka, hukum fisika dan sebagainya. Disinilah keseimbangan terjadi, manusia mempunyai suatu penyakit, maka ditemukan obat penawarnya....

Alam ini bukan hanya apa yang  manusia bisa lihat, yang manusia bisa manfaatkan, namun alam dan pikiran manusia saling berbicara melalui hukum- hukumnya yang berlaku dan sudah ditentukan. Manusia merupakan sebuah bagian dari siklus alam yang bertugas untuk memelihara, mengagumi, memanfaatkannya dan bahkan menghancurkannya. Siklus  pembentukan dunia sampai saat ini berdasarkan bentuk dan imajinasi dari pikiran manusia dan menggunakan akalnya, yang sudah banyak mengorbankan isinya dan bahkan kerusakan di muka bumi, namun itulah yang namanya peradaban. 
Pikiran manusia itu dijembatani oleh panca indera, mata, telinga, hidung, mulut dan eksekusinya adalah tangan dan kaki sebagai tindakan. Mungkin keterlibatan hati atau perasaan manusia juga bisa menjadi masalah atas pertanyaan dan jawaban  namun yang lebih dominan membuat masalah dalam berpikir adalah panca indera tersebut. Pernahkah anda  mengamati orang yang terganggu pikirannya atau gila? kenapa mereka tidak pernah merasa sakit, biarpun tidak punya uang tetap santai, makan dari tempat yang kotor, tidak pernah merasa kedinginan atau kepanasan,  wajahnya selalu awet muda? dari contoh tadi saya menyimpulkan bahwa semuanya berawal dari pikiran manusia bukan?  Bukan berarti manusia harus mengosongkan pikirannya, namun intinya dari contoh itu adalah manusia harus bisa mengontrol pikirannya. Mana yang harus dibuang dan mana yang harus di simpan.  Manusia tidak bisa lepas dari permasalahan hidup, karena itu juga siklus. Oleh sebab itu manusia harus mempunyai pengaturan dalam pikirannya. Memang aneh kedengarannya, justru manusia ke manusia sendirilah yang menciptakan kesulitan, masalah dan bahkan kehancurannya. Seperti PC anda pun akan lamban membaca dan bertindak jika sudah terlalu banyak data atau sampah, begitu juga otak dan pikiran manusia. 


Oleh sebab itu berpikirlah secara positif. Seperti ketika anda jogging ke luar di pagi hari atau bahkan ke tempat ramai, lalu anda kenakan "ear phone" memutar lagu- lagu kesukaan anda. Bisa anda bedakan kan betapa apa yang anda lihat semuanya indah dan nyaman? 
Contoh lain jika anda dimarahi atasan anda, bayangkan dan fokuskan saja sebuah pantai yang indah dikelilingi banyak wanita memakai bikini dan anda ada ditengah mereka, maka rasakanlah bedanya, mungkin anda malah akan tersenyum, pikiran anda berangsur mengendur dan setelah itu keluarlah dengan lapang dada. Atau anda merasa istri, suami berselingkuh? santai saja menghadapinya, dan percayalah, berpikirlah yang positif selalu, biarpun tanda- tandanya terlihat. Mau disembunyikan ke ujung dunia pun, suatu saat bakal ketahuan juga. Buat apa anda bersusah payah untuk membuktikannya. Buang saja hal- hal yang membebani pikiran anda itu.



No comments:

Post a Comment