Thursday, November 15, 2012

Sejarah singkat Toyota




Toyota Jidosha Kabushiki-gaisha atau nama pendeknya Toyota adalah pembuat mobil terbesar di seluruh dunia. Sejarah Toyota seperti banyak produsen mobil lainnya, dimulai dengan beberapa produk bukan sebuah kendaraan mobil namun alat tenun otomatis. Pada tahun 1933, Kiichiro Toyoda, putra pendiri Toyota, memutuskan ingin membangun sebuah mobil dan kemudian dia pergi ke Eropa untuk mendapatkan ide tentang mesin bertenaga gas.
Ternyata Pemerintah Jepang pada saat itu mendukung keputusan berani Toyota, karena dengan membuat mobil sendiri akan lebih murah biayanya untuk prajurit mereka. Hanya setahun setelah berdiri pada tahun 1933, Perusahaan Toyota Motor menciptakan mesin pertama yaitu mesin Tipe A, ditempatkan di mobil penumpang Model A1 dan truk G1.
Selama Perang Dunia II, Toyota berkomitmen untuk membuat truk untuk mengangkut tentaranya. Dan setelah perang, Toyota kembali membuat mobil untuk komersil. Namun Toyota tidak menyerah pada mobil itu saja dan pada tahun 1947 Toyota mengeluarkan model SA, yang juga dikenal sebagai Toyopet, nama ini yang kemudian diterapkan pada model-model lainnya juga.
Ternyata Model SF tidak sukses di pasaran yang juga memiliki versi untuk mobil taksi dengan tenaga 27 tenaga kuda sama seperti pendahulunya. Kemudian Toyota mengeluarkan model yang lebih kuat dan bertenaga, yaitu model RH  yang memiliki 48 tenaga kuda. Pada tahun 1955 produksi Toyota naik sangat cepat, Toyota bisa mengeluarkan 8400 mobil per tahun dengan produksi mereka  seperti model Jeep Cruiser dan sedan mewah Crown.
Dengan semakin banyak model yang mereka produksi, Toyota kini membidik pasar internasional. Dealer pertama di luar Jepang berada di Amerika pada tahun 1957, kemudian tahun 1959 membangun sebuah pabrik pertama di Brazil. Ini adalah sebuah strategi yang sangat menarik dari Toyota untuk memastikan bahwa semua model yang diproduksi berdasarkan daerah di mana mereka diproduksi, disesuaikan dengan pasar masing-masing. Contonya di negara kita adalah Toyota Kijang yang fenomenal.
Toyota mengalami resesi di pasar Amerika pada tahun 70-an ketika harga gas naik dan memaksa produsen setempat untuk membuat mobil yang lebih kecil. Toyota menganggap ini sebagai entry-level, dan sebagai konsekuensi kekurangan dalam kualitas finishingnya. Sebaliknya, Toyota sudah memiliki beberapa model yang hemat bahan bakar dan juga punya kualitas yang lebih baik. Corolla adalah contoh terbaik dalam hal ini, segera menjadi mobil favorit kompak di Amerika.
Tapi kendaraan mewah mengalami kelesuan pada saat itu, Toyota masih mengalami kesulitan menjual Crown dan Cressida. Sebab pada tahun 80-an, pasar mobil mewah di seluruh Amerika sedang mengalami penurunan, begitu juga dengan semua produsen lainnya juga menemukan kesulitan untuk menjaga penjualan mobil mereka, dan saat itulah Toyota datang dengan brand Lexus, sebuah perusahaan baru yang akan membuat mobil mewah.
Pada awal tahun 90-an, kendaraan Toyota menjadi identik dengan keandalan dan rendah-biaya dalam hal pemeliharaan yang membuat mereka sangat populer di seluruh dunia dan inilah kekuatan dari Toyota. Hingga Toyota memproduksi mobil untuk kaum muda seperti model seperti MR2 dan Celica.
Saat ini, Toyota berada di garis depan mengenai kendaraan yang ramah lingkungan, dengan model yang sukses hibrida, yaitu Prius dan sekarang sudah mengumumkan sebuah mobil  listrik yang disebut Toyota Plug-in HV yang didukung oleh lithium -ion ​​baterai.


Kini Toyota bekerja sama dengan Subaru, Mazda dan menjadi nomor satu penjualan tertinggi di seluruh dunia.  

Sumber:autoevolution

No comments:

Post a Comment