Sunday, November 25, 2012

Oktan tinggi atau oktan rendah


Menurut pengalaman di lapangan memang kualitas bahan bakar bensin yang murah dan mahal sangat berpengaruh terhadap kinerja mesin mobil. Sebetulnya banyak para konsumen yang mengeluh ketika mempunyai kendaraan baru namun setelah beberapa jangka waktu kinerja mesinnya mengalami penurunan dan masalah, kalau sudah begini yang disalahkan merek mobilnya. Memang efeknya tidaklah terlalu serius, namun bagi pengguna bahan bakar murah untuk  jangka waktu panjang jelas akan berpengaruh serius terhadap mesinnya seperti adanya suara berisik, penyumbatan, dan performa yang menurun terutama mobil yang bertansmisi automatik. Selain itu umur mesin bisa dibilang berkurang dan akan mengalami kerusakan kecil di bagian tertentu mesin.
Pabrikan memang sudah menganjurkan apakah jenis kendaraan tersebut harus menggunakan bensin beroktan rendah (88), oktan sedang (92) atau oktan tinggi (95). Tetapi bagi sebagian orang mungkin hal ini berkaitan dengan biaya yang lumayan besar, apalagi jika mobilitas Anda sangat tinggi setiap harinya. Misalnya mobilnya keluaran tahun sekarang dan harganya tidak mahal tapi masa harus pakai bensin beroktan tinggi. Sebagai usaha untuk mengimbanginya, lebih baik jika menggunakan bahan bakar bensin tersebut secara bergiliran. Misalnya ada saat tertentu isi penuh menggunakan bahan bakar bensin beroktan tinggi agar supaya paling tidak bisa membersihkan saluran- saluran injektor-nya dari penyumbatan, memulihkan dan menyegarkan, membersihkan mesin dari kotor dan lelah. Istilahnya perangkat mesin itu harus diberikan minuman bersupplemen tinggi agar bersih dan sehat.

Hal ini sama saja bagi pengguna mesin diesel, seperti seorang sahabat saya yang baru membeli mobil berbahan bakar diesel. Baru saja menempuh jarak sekian kilometer atau dua hari pemakaian ternyata mendadak mesinnya mati. Setelah dibawa ke bengkel dealer resmi diketemukan bahwa mobil tersebut tidak dilengkapi dengan  semacam tambahan saringan eksternal untuk antisipasi bahan bakar diesel yang buruk yang kebetulan dia lupa diberitahu oleh dealernya.  Bisa kita lihat penggunaan bahan bakar diesel murah akan banyak mengeluarkan asap hitam di knalpot padahal mobil tersebut baru keluar dari dealer beberapa waktu selain itu jelas performa akan drastis turun dan akan merugikan dikemudian hari.

 

No comments:

Post a Comment