Tuesday, September 25, 2012

Makna kode segitiga di botol plastik

Di setiap botol plastik ada sebuah tanda atau kode yang perlu kita perhatikan, oleh sebab itu kita harus mengetahui kode di botol tersebut. Kode tersebut dibuat oleh "The Society of Plastic Industry" pada tahun 1998 di Amerika Serikat dan juga terlibat beberapa lembaga riset pengembangan sistem kode plastik "International Organization of Standardization" disingkat ISO.

Untuk mengetahui dimana tanda pengenal kode plastik tersebut sebagai berikut:
- Bisa kita temukan dibagian bawah botol.
- Bentuknya sebuah segitiga.
- Di dalam bentuk segitiga tersebut ada angka.
- Kemudian ada nama jenis plastik tersebut di bawah segi tiga.

Mari kita lihat 7 kode- kode tersebut di botol plastik dan kita mulai dari nomor terbesar dulu.

1. OTHER




Dengan logo daur ulang angka 7 di tengahnya, disertai tulisan OTHER. Buat jenis plastik 7 Other ini ada 4 macam, yaitu:
1. SAN – styrene acrylonitrile,
2. ABS – acrylonitrile butadiene styrene,
3. PC – polycarbonate,
4. Nylon
  Bisa ditemukan pada tempat makanan dan minuman contohnya botol minum olahraga, suku cadang mobil, alat rumah tangga, komputer, alat elektronik dan plastik kemasan.
SAN n ABS memiliki resistensi yang tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu, kekuatan, kekakuan, tingkat kekerasan yang telah ditingkatkan.
SAN terdapat pada sikat gigi, piring, mangkuk mixer, cover termos, alat makan, penyaring kopi.
Dan ABS biasanya digunakan sebagai bahan mainan lego dan pipa. Bahan-bahan ini merupakan salah satu bahan plastik yang sangat baik untuk digunakan dalam kemasan makanan ataupun minuman.
PC (polycarbonate) dpt ditemukan pada botol susu bayi, gelas anak batita (sippy cup), botol minum polikarbonat dan kaleng kemasan makanan serta minuman, termasuk kaleng susu formula.
Bahan ini dapat mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan n minuman yang berpotensi merusak sistem hormon, kromosom pada ovarium, penurunan produksi sperma, dan mengubah fungsi imunitas.
Pemakaian dianjurkan tidak digunakan untuk tempat makanan ataupun minuman. Ironisnya botol susu sangat mungkin mengalami proses pemanasan. Entah itu untuk tujuan sterilisasi dengan cara merebus, dipanaskan dengan microwave atau dituangi air panas.









Dengan logo daur ulang dengan angka 6 di tengahnya, serta tulisan PS. Dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai. Polystyrene merupakan polimer aromatik yang dapat mengeluarkan bahan styrene ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan.
Selain tempat makanan, styrene juga bisa didapatkan dari asap kendaraan, asap rokok dan bahan konstruksi gedung. Bahan seperti ini harus dihindari, karena selain berbahaya untuk kesehatan otak, mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi, dan pertumbuhan dan sistem syaraf, juga karena bahan ini sulit didaur ulang. Bila didaur ulang, bahan ini memerlukan proses yang sangat panjang dan lama.
Bahan plastik ini dapat dikenali dengan kode angka 6. Namun, bila tidak tertera kode angka tersebut pada kemasan plastik, dapat kita coba mengetahuinya dengan cara dibakar. Ketika dibakar, bahan ini akan mengeluarkan api berwarna kuning-jingga dan meninggalkan jelaga. 











Dengan logo daur ulang dengan angka 5 di tengahnya, disertai tulisan PP. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Polipropilen lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggi dan cukup mengkilap.
Jenis PP (polypropylene) ini adalah jenis bahan plastik yang terbaik, terutama untuk tempat makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terutama botol minuman untuk bayi.
Carilah dengan kode angka 5 bila membeli barang berbahan plastik untuk menyimpan kemasan berbagai makanan dan minuman.



Dengan logo daur ulang angka 4 di tengahnya, serta tulisan LDPE. LDPE atau lengkapnya(low density polyethylene) yaitu plastik jenis cokelat (thermoplastic adalah plastik yang dibuat dari minyak bumi), biasa dipakai untuk tempat makanan, plastik kemasan, dan botol-botol yang lembek.

Sifat mekanis dari jenis LDPE ini adalah kuat, tembus pandang atau bening, fleksibel dan permukaan agak berlemak, pada suhu 60 derajat sangat resisten terhadap reaksi kimia, daya proteksi terhadap uap air tergolong sangat baik, mudah didaur ulang serta baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibelitas tapi berdaya kuat.


Barang berbahan LDPE ini sulit untuk dihancurkan, tetapi tetap baik untuk tempat makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemas dengan bahan ini.

 
Biasanya tertulis berwarna merah dengan angka 3 di tengahnya, serta ada tulisan V.

V arti-nya PVC (polyvinyl chloride), yaitu jenis plastik yang paling sulit didaur ulang. Ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus dan botol-botol.

Reaksi yang akan terjadi antara PVC dengan makanan yang dikemas dengan plastik ini berpotensi sangat berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan. Bahan PVC ini mengandung DEHA (diethylhydroxylamine) yang dapat bereaksi dengan makanan yang dikemas dengan plastik berbahan PVC ini saat bersentuhan langsung dengan makanan tersebut karena DEHA ini larut pada suhu -15°C.

 
Di  bagian bawah kemasan botol plastik ini tertera logo daur ulang dengan angka 2 di tengahnya, serta tulisan HDPE yang lengkapnya adalah (high density polyethylene) berlokasi di bawah segitiga. Biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu, jenis Tupperware, galon air minum mineral, kursi lipat dan lainnya.

Botol plastik jenis HDPE ini memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan tahan terhadap suhu tinggi. Merupakan salah satu bahan plastik yang aman untuk digunakan karena kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik berbahan HDPE dengan makanan/minuman yang dikemasnya.

Sama seperti PETE, HDPE juga disarankan hanya untuk sekali pemakaian karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu.



Tanda di botol plastik ini biasanya tertera logo daur ulang dengan angka 1 di tengahnya serta tulisan PETE atau PET yaitu (polyethylene terephthalate) di bawah segitiga. Biasa dipakai untuk botol plastik, berwarna jernih, transparan seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman pada umumnya.

Botol jenis PETE/PET ini disarankan hanya untuk sekali pakai saja. Bila terlalu sering dipakai, apalagi digunakan untuk menyimpan air hangat apalagi panas, akan mengakibatkan lapisan polimer pada botol tersebut akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik yang dapat menyebabkan kanker dalam jangka panjang.

Bahan PETE ini pun berbahaya bagi pekerja dengan pengolahan maupun botol daur ulang botol. Pembuatan PETE menggunakan senyawa antimoni trioksida. Senyawa ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui sistem pernapasan dengan menghirup udara yang mengandung senyawa tersebut.
Jika kita seringnya menghirup senyawa ini dapat mengakibatkan iritasi kulit dan saluran pernapasan. Bagi wanita, senyawa ini meningkatkan masalah menstruasi dan keguguran. Bila melahirkan pun, anak mereka kemungkinan besar akan mengalami pertumbuhan yang lambat hingga usia 12 bulan.
 

Kebanyakan bahan PETE di dunia digunakan untuk serat sintesis dan bahan dasar botol kemasan. Di  industri pertekstilan, PETE biasanya disebut dengan polyester.



Setelah kita mengetahui klasifikasi kode- kode tersebut maka yang perlu diingat adalah:

  • Berhati-hatilah dalam menggunakan plastik yang ber-kode 1, 3, 6 dan 7 (PC), semuanya memiliki kandungan berbahaya secara kimiawi. Hanya untuk digunakan sekali pakai!
  • Gunakan plastik jenis kode 2, 4, 5 dan 7 (SAN atau ABS) yang cukup aman untuk digunakan.

  • Hindari penggunaan botol plastik untuk menyimpan air minum di dalam kulkas.

Semoga bermanfaat untuk semuanya.






No comments:

Post a Comment