Friday, September 14, 2012

Hal kecil yang terlupakan



Saya selalu belajar dari setiap langkah baik disaat jatuh dan bangun yang sudah dilalui selama ini. Di masa itu saya bekerja di suatu perusahaan swasta asing dan hidup lebih dari cukup kemudian saya mencoba membuka usaha agar supaya suatu saat saya bisa menekuninya dan mempunyai hasil buat keluarga jikalau saya sudah tidak bekerja lagi. Istri saya juga demikian dari keahliannya dia sudah bisa mempunyai usaha sendiri dan kami mempunyai banyak relasi. Namun sudah lama saya selalu berpikir kenapa semua ini seolah hampa dan tidak menuju ke arah yang ingin kita tuju, dimanakah letak salah semua ini? Pada saat kita sedang sibuknya mencari kesuksesan dan bekerja keras maka dunia yang kami geluti terkadang menyita waktu dan kadang lupa untuk sebentar saja menengadah dan berkata syukur karena tanpa jalan dan keridhoan-Nya usaha keras kami ini tidak akan terjadi.  Sampai pada suatu waktu cobaan demi cobaan menerpa. Pada akhirnya kami menyadari bahwa hal kecil itu sangat bisa mempengaruhi hidup seseorang secara spiritual maupun realita dan tetapi akhirnya saya sadar dan masih bersyukur bahwa Sang Pencipta masih memberikan tegurannya.
Dari bersyukur itu maknanya akan sangat luas. Bukan hanya ucapan tetapi apa yang kita lihat, dengar, rasa dan dapatkan, sehingga kita akan selalu menyambungi syukur itu kepada orang lainnya.  Bersyukur itu bisa berupa ucapan, pikiran, tindakan kepada fakir miskin, orang tua, keluarga kita dan sebagainya. Bahwa kita sudah dipercaya dan diberi dunia untuk tinggal dijalankan sesuai dengan kebaikan dan kepercayaan kita masing- masing.
Bersukurlah kepada kedua orang tuamu yang masih ada, jangan pernah lelah untuk mengerti dan mendengarkan mereka seperti mereka pernah melakukan itu ketika kita masih kecil.
Bersyukurlah dengan apa yang sudah kamu raih dan dapatkan seperti ketika kamu berusaha sekuat tenaga mendapatkannya dan Yang Maha Kuasa selalu membantumu dengan beban seberat yang hanya bisa kamu panggul
Bersyukurlah dengan apa yang kamu lihat disetiap moment baik hal yang membuatmu bahagia atau sedih.
Bersyulurlah dengan kesehatanmu dan semua panca indra ini masih normal. Coba kamu bayangkan satu saja syaraf di pembuluh otak rusak...
Bersykurlah disaat sedang mendapatkan keinginan terkabul atau mendapatkan cobaan karena kedua- duanya hanya dari-Nya. Sebuah keberhasilan atau kesalahan dan kegagalan tidak begitu saja terjadi tanpa sebab musabab. Didalam keberhasilan itu ada sebabnya bisa masa lalu kita dan tekad kita, impian kita dulu dan jalan itu memang sudah restu-Nya. Kemudian kegagalan kita juga ada sebab musababnya, mungkin atas dosa kita dimasa lalu, amarah kita yang sesaat, dan itu sudah  merupakan jalan dari-Nya. Karena intinya adalah sebuah teguran dan pemberian-Nya.
Yang saya ketahui dan alami ternyata disaat kita lupa dalam keadaan sehat dan berlimpah maka seharusnya saya berpikir bahwa jalan hidup ini tidak selalu menuju keatas andai pun kita selalu diberi kelimpahan-Nya cobaan selalu ada disekeliling kita. Dan disaat kita sedang melewati jalan curam maka berpikirlah bahwa setelah ada turunan akan ada jalan naik ke atas. Tentu dibarengi dengan ihtiar karena begitulah manusia diciptakan untuk selalu mencari dan mencari dan mencari untuk mendapatkan sesuatu.
Harus selalu diingat bahwa semua jalan itu datang dari-Nya. Semuanya sudah ada aturan bagi setiap manusia oleh sebab itu pernahkan anda merasa semuanya sangat berkecukupan bahkan lebih namun anda merasa selalu kekurangan atau tidak pernah kita bisa menikmati hasil jerih payah itu atau kenapa penyakit ini tidak pernah pulih atau kenapa keluarga saya dan anak- anak kami tidak sholeh. Maka mulailah untuk sejenak merenungkan diri dan berbicaralah akan kekurangan dan kesalahan hidup kita dan baru kemudian mulailah dengan kesabaran.
Pernahkah anda dimana sedang dalam keadaan baik kemudian sepertinya banyak seseorang yang memerlukan pertolongan? Apakah itu saudaramu yang tidak mampu, kaum miskin yang tiba- tiba datang menghampiri atau pernahkan anda sendiri berjumpa dengan mereka- mereka itu lalu kemudian hati kita tergerak untuk menolong mereka. Atau pernahkan anda sedang mempunyai uang hanya sepuluh ribu kemudian melihat ada orang miskin belum makan sudah 3 hari dan apakah kita akan membagi dua uang tersebut sehingga dia bisa makan dan kita juga bisa makan.
Bersukurlah bagi kita yang masih diberikan waktu untuk dipertemukan dengan orang- orang tersebut diwaktu dan tempat yang tepat karena tidak semua orang bisa mendapatkan kenikmatan seperti itu. Yang saya bicarakan adalah bukan orang- orang pemalas yang hidup dari meminta- minta tetapi dimana saat waktu tertentu kita dipertemukan dengan mereka.
Biarlah apapun itu yang ada di dunia ini dan memang seharusnya sudah seperti ini, namun kita sebagai orang yang berpikiran dan berakal untuk sedikit membagi waktu dengan untuk berkaca, kepada mereka agar hidup ini bisa seimbang baik untuk semua orang atau untuk pribadi kita masing- masing antara realita dan spiritual karena pada akhirnya kita semua kembali ke yang punya dan tidak membawa apa- apa kecuali amal baik dan dosa kita yang diperhitungkan.
Kalau ada yang mau share pengalamannya silakan, dengan begitu kita bisa membagi sesuatu yang bermanfaat untuk membangun diri kita dan sahabat kita.

No comments:

Post a Comment