Tuesday, March 17, 2015

TR3-B pesawat teknologi Alien?

Banyak spekulasi dan gunjingan mengenai kebenaran pesawat misterius hipersonik militer Amerika ini. Belum ada bukti jelas bahwa itu adalah bukti dari keberadaan pesawat siluman tercanggih milik militer Amerika.  Banyak saksi- saksi melihat jejak- jejaknya di udara, bahkan photonya tersebar dan videonya juga bisa kita lihat di internet.

Pesawat ini dinamai TR3-B adalah jenis pesawat stealth atau siluman (anti gravity) atau teknologi melayang yang mempunyai kecepatan super hipersonik. Kenapa pesawat ini sangat misterius dan rahasia? Menurut sumber dan pemberitaan, kemungkinan pesawat ini mengadaptasi atau hasil teknologi E.T extra terrestrial atau Alien dengan teknologi Manusia. Namun ada juga menyebutnya pesawat dengan teknologi nuklir.
Pesawat ini bisa melaju diatas kecepatan suara dan terbang secara vertikal dan horisontal tanpa ada suara terdeteksi sedikit pun  tanpa jejak asap. Jika teknologi nuklir bisa jadi tidak bersuara dan tanpa pembuangan asap. Bentuknya yang segi tiga dengan lampu aneh di setiap ujung sayapnya menambah kesan Alien dan yang lebih canggih nya lagi ialah adanya cahaya bulat di tengàh pesawat yang diaktifkan jika akan terbang dengan kecepatan super hipersonik. Bahkan dalam video rekaman seseorang di internet, kameranya tidak bisa menangkap kecepatan yang sangat tinggi itu. Tidak berbeda dengan U.F.O ketika menghilang.
Saksi- saksi mata mungkin bingung antara UFO Alien dan pesawat ini (memang benda ini belum diketahui jenisnya) tetapi yang menariknya lagi adalah bahwa di area 51 Nevada Amerika ini memang lokasi militer Amerika paling rahasia dan pesawat TR3-B inilah kemungkinan dibuat disini. Mungkinkah pihak militer Amerika sudah lama bekerja sama dengan pihak Alien? Mengingat kejatuhan piring terbang di Roswel?
Menurut media terkenal di internet bahwa 100% pesawat teknologi Alien ini ada.

Berikut photo- photonya.

Cerita singkat jadi Inspirasi

Jam alarm berbunyi, waktu menunjukan pukul 5 pagi. Dinginnya pagi itu membuat malas untuk menyibakan selimut. Berjalan dari tempat tidur ke kamar mandi bagaikan satu kilo meter jauhnya. Terangnya kamar mandi menyilaukan mata ini.
Saya seorang karyawan di perusahaan swasta yang sudah bekerja hampir 9 tahun. Walaupun terkesan lama tetapi saya belum menikah juga. Mungkin saya terlalu sibuk dan mementingkan pekerjaan daripada bersosialisasi. Sebetulnya tidak begitu juga, saya sering berkumpul dengan rekan sepekerjaan baik pria ataupun wanita. Tapi apa yang membuat saya masih sendiri? Teman- teman sih bilang saya orangnya supel, baik hati, ga jelek amat, menarik lawan jenis tentunya, sebetulnya teman-teman wanita ada sih yang main mata atau benar kelilipan. Apa saya yang ga ngerti dengan cara Wanita atau memang belum ada yang kena di hati. Tapi sudahlah, saya yakin masih ada seseorang diluar sana "the truth is out the house" atau bisa jadi di depan batang hidung ku jodohnya itu.

Kalau kilas balik masa muda, dulu saya sangat hobi melukis, gairah saya itu melukis, apapun jadi inspirasi kalau sudah namanya melukis. Sempat masuk fakultas seni rupa beberapa semester namun tidak dilanjutkan sebab saya ikut kuliah lagi mengambil jurusan yang jauh berbeda dengan keinginan saya. Saat itu saya lebih jauh memikirkan masa depan agar bisa cepat bekerja. Dalam hati memang bertolak belakang tetapi harus dipaksakan hingga saya menyandang gelar sarjana. Begitulah awalnya.

Kemudian,
Ternyata setelah dapat pekerjaan,  saya tidak menyangka dapat pekerjaan yang kurang saya suka. Ini kedua kalinya ada perbedaan dengan gairah dan hati saya. Ini akibat dari keputusan saya sebelumnya, maka tentu saya harus menerimanya. Misi saya jadi berubah, sekarang lebih kepada penghasilan. Senang rasanya dapat gaji pertama dan langsung habis. Pekerjaan tetap harus punya tanggung jawab kepada perusahaan, pelanggan dan sesama karyawan. Bagi saya semuanya menyenangkan pada akhirnya. Lupa deh sama melukis. Promosi jabatan saya dapatkan dan penghasilan juga bertambah. Setiap Manusia mempunyai impian dan salah satunya adalah saya ingin punya rumah. Saya gambar sendiri luar maupun dalamnya. Saya ambil rumah sederhana tapi ada punya kelebihan lahan. Akhirnya terlaksana juga walau harus menyicil setiap bulannya. Tidak terasa waktu terus bergulir, hingga ada keinginan untuk mengganti kendaraan tua ini dengan yang tahun muda. Dari sini pun saya sudah berpikir membeli kendaraan yang isinya banyak.

Dua hal sudah terlaksana, sekarang saya menikmati semua itu bahwa yang saya lakukan dengan membelinya merupakan kebutuhan penting bukan menghamburkan uang.
Setiap pulang malam hanya bisa mandi, makan dan tidur, main gadget saja sudah malas karena keburu ngantuk. Hari demi hari berlalu, bulan ke bulan berganti hingga pindah tahun, namun semuanya tetap apa adanya dan istilahnya seolah tidak bergerak mungkin sedikit membosankan. Walau keluar kota sama orang tua tetap ada yang kurang nyaman di hati. Ada hal atau sesuatu yang hilang. Mungkin pacar atau calon istri? Mungkin, bisa jadi. Tapi dimana calon istriku itu? Apakah saya terlalu acuh? Milih- milih? Ah ga juga sih.  Orang tuaku agak cemas juga melihat keadaanku ini. Pernah saya dijodohkan, tapi ga "frontal" banget. Dipertemukan secara tidak sengaja. Ceweknya manis, sopan, ramah pokoknya idaman deh dengan raut wajahnya yang wanita banget. Tapi aku kenapa ga klik yah? Setiap malam saya pelajari, apa sih yang sebenarnya saya cari dari Wanita? Lama saya pelajari hingga bosan sendiri. Cowok kan biasanya cari yang body-nya mantap, mukanya "so cute", perhatian bak pramugari, suka selfie, baik hati. Wah kreterianya sudah basi Bro, semua juga pingin begitu kalau nanya cewek juga sama.  Apalagi cewek lebih mem fokus kan pribadinya, seperti punya mobil pribadi, rumah pribadi, deposito pribadi, perhiasan pribadi iya kan (ga semua kan Sis?) Maaf- maaf saja kalau saya berpikir seperti itu waktu saya masih sekolah. Ini jaman nya beda tipis.

Diceritakan:
Hari yang indah untuk berkunjung ke rumah teman. hari minggu yang tenang. Sambil ngobrol disajikan kopi dan ketela goreng, wah indah memang hidup ini. Makanan cocok dengan suasana rumah temanku yang kuno.  Sudah kira- kira satu jam kami ngobrol sana sini tapi bukan gosip Bro, tiba- tiba datang seorang Wanita mengenakan baju rok warna merah semerah bara api. Jalannya halus tekanannya dengan bunyi ketok ketak bagai kode buatku. Mata ini terpesona atas datangnya Malaikat cantik (*cantik itu relatif yah) dan bumi berguncang kala dia pun tersenyum dengan tatapan mata  yang sanggup melelehkan gunung es di kutub selatan. Saya ga ingat berapa detik proses itu tetapi yang saya rasakan dunia tiba-tiba lambat berputarnya dan tidak ada apapun sepanjang horison selain Wanita berbaju merah itu, itu menurut penglihatan saya. Saya terkejut dan terpaku tanpa di martil sehingga teman saya pun heran. "Biasa aja deh, kamu lihat si Wina mirip liat Beyonce!".
Kemudian saya pun bertanya ke temanku siapa Wina itu. Ternyata teman bekerja adiknya. Saya cuma bilang "ooh..dia".
Dalam hati saya jingkrak dan tersenyum sendiri.

Malam ini saya sedikit ada kekuatan yang ga tahu darimana asalnya. Tapi kenapa jadi terbayang wajah si Wina? Pikiran saya terus berkata dan bertanya. Jangan- jangan itu yang namanya cinta jatuh pada pandangan pertama. Tapi masa iya? Akhirnya mata ini pun tertutup rapat karena sudah letih dan besok harus bangun pagi (lagi)

Beberapa hari kemudian:
Terik matahari kian menyengat, saya pun  pergi mencari minuman dingin ke mini mart. Pas mau masuk ....ternyata ada si Wina mau masuk juga, wow kebetulankah? Wow apa yang sedang terjadi!

Malam ini saya nonton televisi ditemani makanan ringan alias kacang goreng, lalu ada jus mangga dan kue bolu buatan Ibu yang lezat tiada bandingnya. Kemudian saat giliran berita malam, pandangan saya terlalu fokus dengan beritanya dan pembawa beritanya, lama- lama kenapa wajah reporter itu mirip Wina? Saya gosok mata ini hingga sadar bahwa itu bukan dia tapi mirip kali yah. Langsung saya sambar HP dan.....
"Hei Bro, inget kan si Wina? Dia kerja dimana sih?".
Akhirnya saya tertawa sendiri, memang dia reporter stasiun televisi itu sudah lama. Berarti saya sering dong lihat dia tiap hari baca berita. Saya berpikir kenapa waktu dia ke rumah temanku itu jadi luar biasa? Apa karena dia memakai baju warna merah? Apa karena reporter ga perlu di lihat? Maksudnya, buat apa fokus pada kebiasaan? Tiap hàri kan ada dan wajar.
Ok Wina itu kan reporter berarti okay dong, ga ada reporter yang ga okay. kok bisa warna baju berpengaruh pada seseorang dan apa hubungannya dengan cinta? Langsung saya browsing internet dan kata pakar sih memang ada. Oh... jadi saya jatuh cinta sama baju merahnya? Tentu tidak kan. Bajunya itu ibarat katalisator doang. Jadi saya ini tertarik dengan sesuatu benda atau warna bisa juga bentuk yang sesuai dengan karakter otak ini. Mungkin waktu kecil pernah lihat atau ada moment yang membuat seseorang langsung klik atas dasar hal tersebut. Bingung? Udah ga usah dipikirin.

Hari- hari saya sekarang ini berbeda ada yang namanya Wina. Wanita hasil kolaborasi warna dan hati. Ehmm kedengarannya Eropa banget namanya. Ternyata dia memang yang saya cari dari semua teori pertanyaan saya itu maka terjawablah. Masa-masa pacaran memang selalu indah terus, tapi saya coba menggali semua kepribadian dia dengan beberapa contoh kasus dan saya praktekan secara diam-diam. Tetap saja dia itu sama karakternya, nalurinya,cara perhatiannya.  Begitupun dia terhadap saya dan justru kadang saya terjebak. Wow bintangnya apa sih kok bisa cocok begini? Saya kan bintang Capricorn,  oh ternyata dia kejora. Ini nih pasangan abadi yang klop banget. Mau dibulak balik tetap pas dan nyata loh. Tapi saingannya Virgo.  Sudah takdir!

Iseng saya ke toko buku untuk beli kanvas dan alat- alat melukis.
Apa yang mau saya lukis bukanlah wajah Wina ku tetapi lukisan abstrak yang meng ekspresikan cinta kita.
Dua jam akhirnya selesai lalu saya bungkus buat kejutan dia besok.  Pagi ini lukisan nya saya antar ke tempat dia bekerja dan saya simpan di atas meja kerjanya secara rahasia. Saya datang lebih awal biar ga ketemu dia.

Siangnya pas jam istirahat dia hubungi saya,
"Hey sayang, ini lukisan buatanmu bagus banget, aku sukaaaa sekaliiii, thank youuu hon"
Lalu aku tersenyum, padahal yesss!!!!
"Ah sayang makasih, kamu tau artinya?"
Wina pun dengan suara beratnya bahagia bilang,
"Tentu dong, itu kan perasaan kita berdua, kan banyak merahnya".
Wow...cuma itu kata buat dia. Yesss!!!
Lalu dia bilang lagi,
"Oh iya, ada client tadi disini mereka dari Los Angeles katanya bisa ga lukisan itu dibeli? Aku bilang yang ini tidak untuk dijual soalnya hadiah dari tunanganku. Tapi kalau mau nanti saya akan bilang untuk dibuat lukisan seperti ini".
Wow..lagi..buat dia! cerdas banget jawabannya itu, dasar reporter!

Semenjak kejadian itu, saya menghabiskan waktu untuk melukis. Tetapi saya lakukan kalau ada libur kerja saja. Ternyata tanggapan dari teman- teman sangat positif. Mereka pada beli untuk hiasan dinding kamar, ruang tamu, ruang keluarga. Wohhh saya kebanjiran order nih. Ehmm gimana caranya? Akhirnya saya membatasi waktu pengirimannya tapi tidak orderannya. Maksudnya satu lukisan buat satu minggu. Jadi cuma hari minggu saja saya bisa melukis dan hebatnya Wina ku ini, dia membantu saya baik memberikan inspirasi yang spontan, memberikan ide segarnya dan teknisnya juga dia bisa.  Indah bukan? Begini nih kalau Reporter punya jiwa seni dan calon istri paling mantap. Ga salah merah itu ada hikmahnya.

Tahun berganti dan kami sudah menjadi suami istri dengan bayi lucu dipangkuan. Saya sudah tidak bekerja lagi di perusahaan itu, istri saya juga berhenti sebagai reporter dia mau mengurus bayi mungil saja dan saya berprofesi sebagai pelukis dengan membuka galeri, mengadakan pameran dan kami tinggal di Bali hidup sederhana namun bahagia.

"Terkadang seseorang bisa menemukan sisi jiwanya dan melakukannya dan dialah orang yang paling beruntung dalam hidupnya"

*Persembahan:
Buat Keluarga di Bali.

Cerita yang menyentuh hati

Tidak selalu hidup berada di puncak gunung. Kebanyakan dimulai dari bawah. Ada juga yang sudah duluan di puncak, biasanya keluarga anak orang berada. Tetapi tidak semua orang berada berpikiran se-enaknya kepada penerusnya. Jadilah tukang gosok kamar mandi dulu baru bisa jadi Manager tangguh. Itu prinsip mereka. Perjuangan untuk menjadi seseorang yang hebat tidaklah mudah. Waktu juga yang menebusnya, ada faktor keberuntungan di dalamnya, sebuah doa- doa orang tua kita dan apa yang disebut sebagai takdir.
Dan bagaimana dengan seseorang yang sedang meneruskan perjuangan hidup nya tiba- tiba kehilangan semuanya termasuk anak dan istrinya. Kehancuran yang tiba- tiba bagaikan angin topan membinasakankan semua kehidupannya dengan kecepatan yang begitu cepat. Bahkan rasanya baru saja kemarin. Tiada ampun sehingga jika sebuah cerita itu hanya mitos adanya ternyata dalam realita banyak terjadi mungkin sudah ada puluhan tahun lalu.
Mungkinkah seseorang sanggup bertahan dari malapetaka itu? Iya dan tidak. Diperlukan proses dan pemulihan yang panjang dan konsisten. Kembali kepada dirinya dan Sang Pencipta agar hidupnya seimbang lagi. Tidak ada jslan lain selain memohon kepada Alloh S.W.T. Jika memang harus diminta kembali dan dibinasakan maka terjadilah sesuai dengan janjinya. Manusia itu jauh dari sempurna. Penuh dosa dan kebaikan. Cobaan bisa datangnya dari Manusia yang iri, dengki, sakit hati dan sebagsinya dan cobaan bisa juga langsung kepada Manusianya, mungkin sakit yang lama, keluarga dapat musibah dan sebagainya. Mungkin sejenak kita harus bercermin, apakah yang selama itu kita lakukan? Apakah kita sudah lupa? Jika kita masih merasa di coba artinya Alloh masih memperhatikan yang mungkin sudah ditegur tetapi belum mengerti juga. Berpikirlah dengan logika hingga semua ini menjadi cerita dalam hidup walau harus dibayar mahal. Tidak ada yang sanggup bertahan atas kesombongan, kejahatan, pendustaan, dan lain sebagainya. Kebaikan adalah tempat teratas, cahaya terang putih yang selalu menang. Seorang yang jahat dibalas dengan sesuatu yang jahat lalu seseorang yang baik menjadi jahat karena membalas dengan kejahatan. Itulah lingkaran setan yang harus dihindari. Yang bagus jadi buruk lalu yang buruk jadi bagus. Semua perlakuan selalu ada balasannya. 


Tahun demi tahun dilewatinya. Betapa sulitnya mencari pekerjaan. Apalagi yang diharapkan selain punya penghasilan. Lembar daftar riwat hidup demi lembar masuk ke berbagai perusahaan, panggilan untuk wawancara, semua membutuhkan biaya besar. Peluh membasahi pakaian, muka dan pikiran, ternyata keadaan orang ini belum siap dari hantaman hidupnya beberapa tahun lalu hingga suatu hari dia siap untuk menghadapi dunia yang isinya riuh bagai pusaran air yang siap tersedot kedalamnya. Hingga terpikir mungkin dengan berjualan akan merubah nasibnya. Dilakukannya usaha kecil- kecil, dan ternyata tidak berhasil. Pikirannya belum siap dengan semua itu. Bagaimana tidak,
Dia sudah kehilangan anak anak tersayangnya, tempat tinggal mereka, pekerjaannya, namun apa mau dikata dia pun harus bangkit untuk bisa menghidupi dulu dirinya sendiri. Tidak ada satu orang pun yang faham dengan kondisi umumnya. Mungkin ini lebih menyakitkan daripada seseorang yang tersakiti. Pekerjaan demi pekerjaan diambilnya. Dikumpulkannya sen demi sen untuk biaya anaknya. Betapa kompleks apa yang dia jalani, hingga dia pun bingung mana yang harus jadi prioritas. Pulang hingga larut malam, tidak ada waktu selain bangun pagi buta dan pulang malam pekat. Hingga dia sempat putus asa, disetiap doanya bercucuran air mata namun senyum dan sapaan anaknya yang bisa menguatkan jiwa dan raganya. Hanya mereka harta tersisa.

Beberapa tahun kemudian.
Suatu hari dia datang mengunjungi anaknya dengan baju sangat rapih, berdasi,sepatu hitam mengkilap. Dia jemput anaknya di sekolah. Betapa anaknya bangga dan rindu melihat Ayahnya datang menjemputnya. Mereka tidak langsung pulang tetapi jalan bersama dan mencari tempat makan kesukaan anaknya. Tersirat senyum dibibir mereka, dia merasakan kebahagiaan yang tulus dan hakiki. Dia dengar dari anaknya bahwa anaknya bangga bahwa Ayahnya sudah berhasil. Sebelumnya sering ditanya sama teman-temannya, Ayahnya kerja dimana. Perih rasanya mendengar ucapan itu. Dulu ketika Ayahnya bekerja dia bangga dan percaya diri. 

Sang Ayah membawanya ketempat dimana dulu sering berkunjung yaitu sebuah toko mainan dan juga mereka menonton film. Satu hari itu rasanya bagai satu detik. Berat berpisah dengan anaknya. Perasaannya tenang, bahagia sekaligus bergemuruh silih berganti.

Suatu hari anaknya study tour keluar kota bersama- sama gurunya selama 2 hari. Selain berkunjung ke museum, perpustakaan, tempat bersejarah dan pada hari kedua yaitu hari terakhir, mereka diberikan kebebasan untuk berbelanja di sebuah mall. Tentu ini yang mereka sukai dan mereka tunggu. Disaat mereka sedang berkumpul di pintu masuk mall dan para guru pun berpesan agar jangan keluar lokasi yang sudah ditentukan. Mereka harus kumpul pada waktu yang sudah di jadwalkan dan tempatnya sudah ditentukan. Tiba- tiba teman- temannya histeris ingin berphoto bersama idola mereka yaitu badut Hello Kitty. Semua merapat kearah badut itu. Hingga satu- satu diphoto. Selesai itu mereka bubar termasuk  sang badut. Dibukanya topeng kepala badut itu dan tersenyumlah Pria ini kepada temannya sambil ngobrol dan berjalan namun dari jauh ada suara memanggilnya, suara yang dia kenal. Panggilan yang tidak asing lagi. Sejenak dia terkejut namun Sang Ayah tetap tersenyum dan dihampiri anaknya sambil ditekuk lutut-nya kemudian dipeluknya anaknya erat sekali, walau senyum terlihat namun air matanya menetes tidak tertahankan. Ada rasa haru dan bahagia bercampur aduk. Teman- temannya heran dan ada yang ikut terharu sedih melihat kejadian itu. Namun anak ini luar biasa, dia begitu kuat dan tegar, dia tidak malu mengatakan bahwa ini adalah Ayahnya. Dipeluknya lagi anaknya dan sambil berkata, 

" Sayang, beginilah Ayah mencari uang buatmu, maafkan Ayah jika berbohong waktu itu, karena Ayah tidak ingin kamu malu".


Dan sang anak pun menjawabnya, 


" Terimakasih Ayah, Kaka selalu sayang sama Ayah dan selalu berdoa kelak Ayah jadi orang hebat dan disayang Alloh". 

Tidak terasa waktu bergulir hingga petang hari, mereka harus pergi kembali ke bis masing- masing dan pulang. Lambaian tangan mereka seolah kepakan sayap merpati yang terbang jauh sejauh raga mereka terpisah oleh jarak. Dan kemudiàn Sang Ayah merasakan hening suasana di Mall itu seolah pendengarannya tertutup dan semuanya bergerak lambat, hingga dia tersadar kembali. Mata indah anaknya senantiasa membuatnya selalu kuat dan berjuang bagai pejuang di terik padang pasir demi sang anak. Hanya senyum yang dàpat dia lakukan saat itu dengan tatapan matanya berbinar terus memperhatikan bis itu sampai hilang dari pandangannya.

Betapa kenyataan kadang tidak bisa dipercaya oleh sekejap mata, bahwa seorang Ayah ini tadinya punya pekerjaan yang baik dan terhormat, tempat tinggal yang bagus dan nyaman, keluarga harmonis lalu pada akhirnya sang Ayah bertahan hidup dengan menjadi seorang badut sebagai penghasilannya yang tentu nilainya jauh dengan penghasilannya dulu. Terkadang dia tidak makan seharian karena uangnya dikumpulkan untuk biaya jajan anaknya atau biaya yang mendadak. Uang yang sedikit menjadi nikmat terasa dibandingkan dulu, rasanya inilah rejeki murni dari Alloh S.W.T. Dan walau demikiansederhana penghasilannya namun masih bisa sedekah di mesjid saat sholat hari Jumat walau tidak seberapa jumlahnya.

Dia terus rasakan derita ini, terus dia nikmati kepedihan ini hingga jadi kekuatan. Dia terus bersabar dan ikhlas menerima semua ini hingga jadi pembersih hati, walau dia kadang tidak siap menjadi Manusia biasa yang hanya bekerja untuk menyambung hidupnya, Manusia yang tidak penting, tidak dianggap bagi sebuah perusahaan, Manusia yang lemah, tetapi dia masih punya keinginan dan prinsip. Hidup terus berjalan teman. Dan dari kesabaran maka terjadilah keajaiban secara harafiah. Nikmat dan bahagia berbeda dengan keinginan kita tetapi ini sudah terbaik buatnya dan belajar mati sebelum benar- benar mati. 

Semoga bermanfaat dan bisa mengambil nilai- nilai baiknya. 

*cerita untuk DSR, semoga sempat membacanya.


Saturday, March 14, 2015

Lakukanlah ini sebelum terlambat

Rasanya sudah lama sekali kami tidak pernah menikmati suasana seperti ini.


Kebersamaan itu hilang,
Terkadang suasana ini membuatku rindu
Sulit untuk bisa konsentrasi


Lakukanlah ini....

Sebaiknya jangan kamu tunda,
Cobalah satu hari atau dua hari untuk 
Melakukan hal ini,


Sehingga anda bisa mempunyai
Waktu yang lebih berkualitas

Friday, March 13, 2015

Lirik lagu yang nyata

Mungkin jutaan Manusia ada dalam keadaan seperti dalam lirik lagu ini.
Suatu kenyataan dalam hidup,
Suatu pengampunan yang tersisa,
Suatu penyesalan yang tidak bisa kembali untuk diluruskan.
Terakhir...
Kembali lah kepada siapa yang menciptakan kita. Tertunduklah atas ampunanNya dan berkatalah sebab Dia sudah lebih tahu jawaban atas pertanyaan kita. Tidak usah kamu meminta karena jawabannya ada di dalam hatimu. 

Thursday, March 12, 2015

Kritik Desain Kendaraan masa kini

Kemajuan teknologi tidak bisa dipungkiri dengan berkembangnya juga disain kendaraan mása kini. Tetapi terkadang bisa menjadi ketidak sesuaian atau suatu dinamika perubahan yang unik bahkan bisa jadi aneh. Seperti kebanyakan city car sekarang antara lampu dan body tidak seimbang. Lampu yang besar dan apakah ini agar berkesan besar ukuran kendaraannya? Atau bagian dari evolusi disain? Disain jaman sekarang memungkinkan setiap ornamen seperti bumper, lampu depan dan belakang tinggal mengikuti kontur body kendaraan. Mungkin yang sedikit sulit adalah men-disain ulang jenis SUV. Jenis ini karakternya sangat kuat, serba besar dan tinggi sehingga akan banyak mengalami tambahan ornamen agar kesannya berat dan seimbang. Jenis ini jika mengalami perubahan harus total desain ulang, sebab kalau cuma "face lift" mungkin bisa berhasil atau malah gagal.

Menurut visualisasi saya, harus ada sedikit penyesuaian bentuk aslinya yang terkadang samar terlihat sekilas mata. Karena desain kendaraan itu terkadang ketika baru keluar terasa aneh namun setelah lama akan terlihat biasa. Ada juga yang sebaliknya. Namun tentu para disainer sangat ahli dan tahu apa yang trend serta ber fungsi ke depannya dan disain itu juga hasil kelanjutan dari merk tertentu yang sudah duluan men-disain nya. Trend desain kendaraan akan terus mengikuti jaman dan terus berevolusi. Kian modern justru seperti kehilangan jati diri sebuah kendaraan. Lampu kian aneh, bentuk body semakin bdrkesan bongsor, lekukan ysng dramatik, bentuk velg kian futuristik, teknologi kian canggih yang kadang tidak terlalu fungsional. Sepertinya jaman sekarang desainnya lebih pada meneruskan body kendaraan tanpa hambatan seperti letak lampu dan bumper yang model sebelumnya harus ada garis tegak mati. Contohnya antara garis bumper, fender kiri kanan dan kap mesin tidak memerlukan tempat khusus lampu utama seperti mobil tahun 90 an.

Bagian atas buritan terlalu lurus tidak ada lekukan atau pinggul dan baru jatuh di bagian tengah yang kurang menonjol. Lampu depan sudut belakang terlalu lancip tidak simetris dan proporsional. Lampu kabut kecil.
Lampu belakang terlihat terlampau lancip sudut sudutnya terutama bagian luar yang meluas tidak sesuai body yang masih konvensional bentuknya. Garis tegasnya hilang seolah asal asalan. Kaca jendela belakang menyempit terlalu kecil tidak sesuai garis belakang yang jatuh tegak lurus. Lekukan fender hingga atas kotak tajam namun disain depan banyak lekukan membulat.
Sangat disayangkan, ada kemiringan garis lagi setelah batas lampu utama. Lampu sangat sederhana. Kekosongan antarà lampu utama bisa diseimbangkan dengan lubang angin bumper lebih luas keatas tidak melebar. Kesan jadi tidak simetris dan kaku, sebab masih ada unsur pembulatan di area sekitarnya. Buritan tidak ada perubahan selain lampunya yang masih juga konvensional desainnya dan tidak tegas atau berkarakter.
Yang ini bisa dibilang simetris dan fungsional. Ukuran lubang angin sesuai garis grill dan lampu utama. Lampu diberi sedikit lekukan dan mengecil kedalam.
Desain kotak untuk SUV ini cocok hanya saja kenapa harus ada lekukan di bagian grill nya? Seolah kena benturan. Lubang ventilasi depan bumper kurang lebar keatas. Lampu kabut konvensional. Desain belakang seimbang walau terkesan biasa saja.
Grill depan kenapa harus melengkung? Diartikan kurang tegas. Padahal lampu utama menyudut tajam. Body kesannya pendek terlihat antara pintu samping belakang dengan kaca di buritan. Lampu utama terlalu besar dan lebar melengkung bagian bawahnya. Tidak simetris.
Lampu belakang dan body sangat baik dan seimbang dengan sedikit alis pada ujungnya. 
Model lama lebih gagah dan berkarakter. Yang ini sangat dipaksakan. Sudut lampu utama tidak tegas, ada lengkungan tapi ada lurus, juga sudut belakangnya yang ragu ragu ada penyempitan yang sedikit atau tidak langsung bersatu . Grill sangat tidak berkesan kuat, garis grill semacam cakar burung elang dan sudah tidak sesuai jaman. Disain bumper arah nya tidak sesuai grill dan lampu, terlalu konvensional.
Lampu utama mengikuti garis bumper dan bawah di tarik keluar. Sudut dan garis yang berkarakter. Ada kesan kuat dan futuristik. 
Grill seolah tanggung yang berkesan terbuka, garis tarik bumper kedalam tajam tidak mungkin searah dengan grill yang melebar kesannya sempit. Lubang lampu kabut tidak searah garis bumper, lampu tambahan dekat lubang angin terlalu kaku dan sederhana. Untuk lampu depan sudah sesuai.
Tarikan garis grill dengan tiga garis besar rasanya biasa saja seolah terpaksa. Lampu sudutnya tidak tegas arahnya dan terlalu besar. Bumper biasa saja konvensional. Buritan masih sama dengan lampu ukurannya terlalu pendek dan besar kesamping.
Sangat streamline. Seimbang dari sudut manapun. Futuristik, kokoh, tegas.
Sudut yang manis, terutama lampunya sexy hanya saja garis lubang angin bumper biasa saja lurus terkesan konvensional.
Banyak sudut kotak dan sesuai bentuknya, lampu sangat cocok dengan bumpernya. Futuristik. Grill yang tegas dan kuat berkarakter. Buritan sesuai hanya berkesan konvensional.
Lampu depan tidak mengecil terlihat konvensional karena reflektor atau projektor bulatnya terkesan murah.  Grill lebih baik namun ada kesan depan jadi minimalis untuk jenis saloon.
Bagai mata elang tajam menatap. Hanya saja trademark grillnya kenapa harus feminim dengan sudut melancip tidak ditarik melengkung sedikit pada bagian bawahnya sebab kebanyakan garis melengkung namun sesuai dengan body.
Lampu belakang sudutnya tidak berkarakter atau kurang tegas terutama adanya lampu parkir putih yang besar. Garis jendela sudah sesuai hingga belakang.
Lampu belakang dan body seimbang hanya saja kekurangannya adalah berkesan konvensional kurang sudut ujung pinggirnya. 
Tampak berkarakter namun sayang garis lampu utama kurang tegas atau tajam. Ada sedikit lengkungan di bagian sudut- sudutnya. Begitu juga lampu belakang terlalu besar sehingga berkesan body belakang menyempit.
Ikon Desain berikutnya mungkin akan seperti ini. Sangat futuristik namun grill terlalu sempit terutama ditariknya garis bagian bawah kedalam di bempernya. Dan garis U juga menambah kesan padat. Mungkin jika sedikit tipis akan seimbang. Kemungkinan desain lampu pada merek lain juga akan seperti ini yang saat ini di aplikasikan sebagai lampu belakang di beberapa merk kendaraan.
Sebetulnya disain grill dan bumper masih sederhana namun terbantu oleh lampu utama yang menggunakan led garis dan desain lampu yang melancip. Buritan masih terkesan menyempit dengan lampu belakang sederhana dengan garis ditarik ke atas. Dengan disain ini kenapa menjadi tidak seperti mobil Jepang? 
Penempatan ban cadangan juga salah satu yang menutup ruas body hingga seolah menjadi sempit. 
 
Jenis SUV memang agak sulit merubah secara total. Bentuk desain sekarang sudah sangat bagus sesuai karakternya. Semua aspek seimbang, body, lampu kotak dengan sentuhan model lebar menyudut,grill berkarakter kuat, lampu belakang ada lengkungan sangat ideal, ornamen pendukung juga tidak membuat body kaku. Jadi seandainya berubah bisa jadi lebih bagus atau justru buruk. 
Contohnya kedua model terkenal SUV ini. Ini pun sudah bagus ada keseimbangan yang berkarakter jadi sama seperti tadi bahwa perubahan harus total atau akan gagal disainnya. Namun tetap ada beberapa kekurangannya misal lampu belakang kurang berkarakter brand Jepang bisa karena lengkungannya terlalu besar tidak meruncing. Jarak bagian bawah belakang antara fender terlalu pendek dimana terlihat dari kaca samping belakangnya karena dimensi ukurannya besar dan tinggi sehingga terpangkas secara visual. Ada juga buritan yang terlihat gemuk dan tinggi.  Overall tidak buruk sama sekali. 

Hotel Daur Ulang

Mungkin belum terpikirkan jika sebuah hotel itu barang- barangnya atau isinya paling tidak 46% terdiri dari bahan- bahan hasil daur ulang. Atau mungkin menjadi unik jika pintu- pintu kamar, lemari, meja, tempat tidur tidak di cat namun hanya tampak bekas dempul seolah furniture itu belum selesai.
Selain unik dan bernilai artistik, budget pun bisa ditekan bukan? Paling tidak Perusahaan juga sudah berpartisipasi dalam mendaur ulang. Tidak hanya dari segi environment saja yang sudah ada seperti pemisahan material glass, kaleng, kertas, makanan organik.
Daur ulang tentu dengan hasil karya yang estetis, bukan sekadar murni material yang sudah terbuang.